Kawan, terima kasih sudah mau mampir di sini. Kalau sudah baca postingannya jangan lupa kasih kritik maupun saran buat blog ini dalam bentuk komentar, atau meninggalkan pesan di SINI. Kritik dan saran Kawan sangat aku butuhkan untuk menjadikan blog ini lebih baik lagi. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir.
Di Balik Kunjungan ke Book Fair
Kemarin Rabu, 4 Februari 2015, aku
bersama beberapa teman lainnya pergi ke GNI (Gedung Nasional Indonesia). Kami,
sebut saja, Alfian, Ravine, Syahrul, Eva, Farah, dan Kiky, kesana untuk melihat
atau turut berpartisipasi dalam acara ‘5th Islamic Book Fair’. Tak sekedar
berpartisipasi, ternyata ada beberapa cerita ‘konyol’ ketika kami berada di
sana.
1. Ravine gak
jadi gak ikut gara-gara aku
Sehabis bimbel, mungkin sekitar pukul setengah 4 sore, aku
berjalan bersama Alfian, Ravine, dan Syahrul keluar dari kelas. Aku tahu jika
mereka hendak pergi ke GNI. Tapi, ternyata Ravine hendak tak jadi ikut. Kamu tahu
kenapa alasannya? Alasannya cuma karena nanti pulangnya dia yang berbeda arah. Konyol
bukan? Lalu, Alfian dan Syahrul pun menawariku untuk berpartisipasi, agar
Ravine jadi ikut. Okelah, akhirnya aku termakan oleh ajakan mereka, dan
akhirnya Ravine gak jadi gak ikut karena aku. Hehehe.
2. Tragedi di
parkiran
Aku menuju GNI bersama Ravine. Sesampainya di GNI, kami
langsung menuju area parkiran, yang ternyata letaknya cukup dekat dari pintu
masuk lokasi GNI. Tragedi pun terjadi. Bukan tragedi sih, cuma konyol aja. Di sana
ada ibu-ibu agak gemuk, terlihat cukup tua yang menjadi juru parkirnya. “Yang, di sini yang parkirnya”, ucapnya untuk mengatur parkir montornya Ravine. Hal
itu sontak membuatku menahan tawa. Bagaimana tidak, kata sapaannya sangat lucu,
unik, dan tidak wajar. Lantas, hal itu menjadi guyonan yang sangat konyol.
3. Niat awal dan
trik beli buku yang konyol
Berbicara mengenai niat. Entahlah, niat awal kesana untuk
apa. Yang jelas bukan untuk beli buku. Ya, mungkin dikarenakan kami lebih
sayang kantong kami. Padahal, harga buku sudah didiskon besar-besaran. Sayang kantong,
atau emang ga bawa duit? Eh, tapi jangan salah, kami juga punya trik lho. Jika pergi
ke book fair tapi ga bawa duit, gini nih triknya. Sembunyikan buku yang mau
dibeli di tumpukan yang kira-kira ga terjamah orang lain, lalu datang lagi
besok untuk membelinya. Beres kan?
![]() |
| Ravine dan aku |
![]() |
| Alfian |
4. Akhirnya ada
yang punya EYD
Ini adalah cerita dari Ravine. Ia siswa yang sangat rajin dan
benar memanfaatkan keadaan. Sudah di awal semester satu dulu, ketika ibu Guru
meminta muridnya memiliki EYD, namun baru di semester dua ini si Ravine membeli
EYD-nya. Di book fair lagi, pas harganya lagi dibanting sekeras-kerasnya. Kalau biasanya
harganya 5000 rupiah, di sini ia mendapat harga 2000 rupiah saja, itupun ngga
pakai uangnya sendiri, malah pinjem uangnya si Syahrul. Gimana, konyol ngga?
5. Akhir
cerita dan minta foto
Oke, yang terakhir. Meski niat awal kami ngga beli bukunya,
tapi akhirnya sebagian besar dari kami membeli buku kok. Kiky membeli buku
resep masakan dan arsitek, Farah membeli buku tentang matematika dan TOEFL,
Syahrul tentang psikotes, Eva tentang bahasa Inggris dan psikotes, Ravine
dengan EYD nya. Dan ternyata Alfian lah yang tetap pada pendiriannya untuk
tidak membeli satu bukupun. Entah tidak ada yang ingin dibeli atau tak bawa
uang. Emm, ga tau lah.
![]() |
| Ravine dengan EYD-nya |
![]() |
| Syahrul, Farah, dan Eva dengan bukunya masing-masing |
![]() |
| Eva, dan aku |
![]() |
| Kiky dengan buku arsiteknya |
![]() |
| Eva dengan bukunya |
Selesai, kami pun keluar dari GNI dan hendak melakukan
pengambilan foto. Ya, seenggaknya bisa dijadikan kenangan lah. Nah masalahnya
ga ada orang yang bisa dimintai tolong buat fotoin. Untungnya, tak lama keluar
siswi berpakaian putih abu-abu, yang juga siswi MAN 3 Kediri. Langsung si Kiky
minta tolong buat nge-fotoin kita-kita.
![]() |
| Akhirnya foto besama |
Udah, gitu aja.
Mr. R
Balasan
Entahlah
Butuh atau
tidak
Penting
atau tidak
Perlu atau
tidak
Hanyalah sebuah
balasan dari diri
Entah itu
untuk diri atau bukan
Jika benar
untukku
Maka aku
berterima kasih padamu
Setidaknya pernah
engkau pikirkan
Pernah engkau
pertimbangkan
Tidak engkau
biarkan
Tidak engkau
acuhkan
Jika salah
untukku
Maka aku
berterima kasih padamu
Setidaknya itu
bukan diri
Tapi diri
lain
Yang tentu
tak kutahu
Yang tak
perlu kupikir dalam-dalam
Diam,
solusi yang tepat
Entah itu
benar atau salah
Diam bukan
berarti menyerah
Tapi bisa
memandang ke depan
Tapi mampu
melewati rintangan
Berharap yang
lebih baik
Cukup
Cukup sudah
Aku tak
ingin lagi
Hingga kesiapan
dari diri
Hingga kesanggupan
dari diri
Muncul kembali
Kebersamaan
yang terpenting
Kekompakan yang
terpenting
Dan yang
penting saling memahami
Aku
baik-baik saja
Karena angin
telah membawa cerita lama
Lagi,
terima kasih
~dalam senyuman bahagia~
Mr. ROutbond Kelompok 3
Materi pelajaran olah raga untuk
kelas 12 semester ini adalah kepanitiaan outbond. Hampir sama dengan semester
sebelumnya, hanya yang kemarin adalah kepanitiaan perlombaan.
Aku berada dikelompok 3, bersama
Alfian, Fia, Ravine, Afifah, Anni, Eva, Lila, Aliya, dan Huma. Sebagai kelompok
3, berarti juga kelompok ke-3. Aku bersama teman-teman lainnya bekerja sebagai
panitia pada hari Senin, 26 Januari 2015.
Kali ini aku hanya mau posting
beberapa foto dan video ketika outbond berlangsung.
Video :
Berikut adalah foto-fotonya
Video :
Berikut adalah foto-fotonya
| Kelompok 3 (Panitia) |
| Kelompok 1 |
| Kelompok 2 |
| Kelompok 4 |








