Kawan, terima kasih sudah mau mampir di sini. Kalau sudah baca postingannya jangan lupa kasih kritik maupun saran buat blog ini dalam bentuk komentar, atau meninggalkan pesan di SINI. Kritik dan saran Kawan sangat aku butuhkan untuk menjadikan blog ini lebih baik lagi. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir.

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Usaha dan Doa


Dua hal dalam hidup ini yang tak bisa dipisahkan adalah doa dan usaha. Usaha tanpa doa ataupun sebaliknya akan menjadikan ketidaksempurnaan.  Usaha dan doa adalah dua hal yang saling melengkapi, ketika sudah melakukan usaha maka akan dilengkapi dengan doa.
Untuk mencapai suatu tujuan, tentu kita harus berusaha. Berusaha dengan semaksimal mungkin, dengan mengharap ridha Allah tentunya. Usaha tidak boleh setengah-setengah, jika tidak ingin hasil yang setengah pula.
Ketika usaha telah terlaksana, maka saatnya kita untuk bertawakkal pada Allah. Menyerahkan pada Allah hasil atas apa yang sudah kita usahakan. Belum usai kawan, inilah saatnya kita berdoa. Berdoa untuk melengkapi semua usaha yang telah kita lakukan sebelumnya. Doa disini berperan sangat penting. Doa yang sungguh-sungguh mampu merubah dan memberikan hasil yang memang kita inginkan. Karena dengan doa yang sungguh-sungguhlah Sang Pencipta akan memberikan yang sungguh-sungguh pula.
Disisi lain, dengan melakukan ritual doa akan memberikan dampak positif bagi kita. Kita akan lebih dekat dengan Allah. Iman kita akan tetap terjaga. Sehingga jalan kita kedepannya tentu akan lebih lancar dan barokah pastinya.
Dalam berdoa hendaknya kita mengharapkan yang terbaik untuk kita. Bukan berarti yang kita inginkan bukanlah yang terbaik. Karena hanya pada Allah lah yang baik-baik itu. Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, apa yang tepat dan pantas untuk kita. Jika kita menganggap yang kita inginkan terbaik, mungkin saja yang diinginkan tersebut akan mendatangkan keburukan. Biarlah Allah yang menentukan.

Mr. R
Senin, 13 Juli 2015
Posted by Unknown

Be a Good Blogger


In this modern era, the internet was already familiar. It is media to share varied information. There are many social media like facebook, twitter, instagram, google plus, and web log, or blog. To be a good blogger, there are three important things.
First, specify your theme that you want use on your blog. Try to use theme that is useful for other people. By having theme, it will be easier to manage your blog. You will have restrictions how to publish or share something on your blog. For example, the blog with software theme, it will provide tutorial using software, tips using software, even some software that we can use as general public.
Second, the originality of your post or information that you publish. This is the important and crucial. In this modern era, plagiarism had been growing fast. So don't become the one of them. Share your original information or important thing by yourself on your blog. If there is some development from another reference, just mention where it is from. If you did not, so get ready for sphere of law.
The last, fill your blog with useful information. Fill your blog with information that is slow perishable. It means, that information is not only needed momentarily at the time you published, but also needed in later or next days or next year. Because, it can be an anticipation when you are bored on blogger world, so the information that you have published on your blog still needed for other people.
By paying attention to three important things above, you can be a good blogger. Manage a blog that can be useful for other people.

Mr. R
Senin, 23 Februari 2015
Posted by Unknown

Mulutmu Harimaumu


"Seharusnya dia mengurusi cabor-cabor yang lain. Sepakbola sudah bagus. Harusnya urus saja bulutangkis, berkuda, karena itu yang lagi down-down,"
Kalimat di atas merupakan pernyataan yang diucapkan oleh wakil ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti. Pernyataan tersebut dikatakan pada wartawan setelah munculnya inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga untuk membentuk tim pengawas kinerja PSSI. Lebih lengkapnya, bisa mengklik foto di bawah ini untuk melihat berita terkait.
Pernyataan yang membanding-bandingkan antar cabang olahraga tersebut mendapat berbagai tanggapan. Salah satunya legenda hidup bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Bagaimana tidak, dari pernyataan tersebut dapat diambil bahwa prestasi bulutangkis sedang mengalami penurunan dibanding prestasi sepakbola Indonesia.
Maaf sebelumnya, penulis tidak bermaksud untuk terlalu berpihak pada bulutangkis dan lalu menjelekkan sepakbola. Saya juga memahami bahwa sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer, digemari masyarakat banyak, dan seperti telah menjadi media pemersatu bangsa. Kita bisa lihat ketika timnas sedang bertanding, tribun penonton pasti akan terisi penuh. Tapi bukan seharusnya membandingkan dengan prestasi olahraga lain.



Sebagai pecinta bulutangkis, saya juga merasa tidak terima dengan pernyataan Wakil Ketua PSSI tersebut. Terakhir prestasi sepakbola timnas kita adalah juara AFF U-19 2013. Okelah, sepakbola kita mengukir prestasi. Itupun masih setingkat Asia Tenggara. Coba bandingkan dengan olahraga bulutangkis! Olahraga yang menyumbang medali emas olimpiade cabang apa? Olahraga yang dapat medali emas ASIAN GAMES cabang apa? Oalahraga yang bawa pulang gelar juara dunia cabang apa? Sudah terlihatkan bandingannya.
Susi Susanti dan Alan Budikusuma | Olimpiade 1992
Ricky Subagja dan Rexy Mainaky | olimpiade 1996
Candra Wijaya dan Tony Gunawwan | Olimpiade 2000
Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro | Olimpiade 2004
Markis Kido dan hendra Setiawan | Olimpiade 2008
Taufik Hidayat | Asian Games 2006
Markis Kido dan hendra Setiawan | Asian Games 2010
Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari | Asian Games 2014
Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan | Asian Games 2014
Mohammad Ahsan dan hendra Setiawan | Juara Dunia 2013
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir | Juara Dunia 2013
Melanjutkan pernyataan di atas. Jika cabang olahraga lain yang diurusi, apa tidak melakukan bunuh diri? Uang yang digunakan untuk kegiatan itu uang dari siapa? Uang rakyat bukan? Jika dipikir secara rasional, okelah saya setuju. Olahraga bulutangkis, berkuda, dan cabang lain saja yang diurusi. Kalau bisa malah lebih intens lagi. Seperti cabang atletik, panahan, angkat besi, dayung, yang kadang malah kekurangan dana untuk memenuhi alat-alat yang dibutuhkan. Tapi, jika hal itu yang dilakukan, bukankan nanti bakal terjadi ketidakadilan. PSSI tidak ada yang mengurusi, lalu protes lagi pada pemerintah. Duh, kasihan sekali posisi pemerintah.
Sekali lagi, di sini saya TIDAK bermaksud untuk menjelekkan cabang olahraga sepakbola. Meski saya pecinta bulutangkis, saya sangat memahami posisi olahraga sepakbola di Indonesia. Olahraga yang sangat memasyarakat, mampu menjadi pemersatu bangsa.
Saya hanya tidak terima dengan pernyataan dari Bapak La Nyalla Mattalitti, Wakil Ketua PSSI yang membandingkan prestasi antar olahraga TANPA melihat fakta yang ada. Mungkin inilah yang dimaksud ‘Mulutmu Harimaumu’. Maka dari itu, jagalah ucapanmu, berpikir ulanglah ketika kamu hendak berucap.
Saya mohon maaf jika mungkin dalam penulisan ini ada yang tidak tepat dan menyinggung para pembaca.
TETAP JAGA SPORTIVITAS | SALAM OLAHRAGA

Mr. R
Sabtu, 20 Desember 2014
Posted by Unknown

- Copyright © My Life, My Story, My World -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -